Memenangkan Piala Dunia bisa membuat reputasi seorang pesepakbola meningkat. Namun, hal tersebut juga bisa memberikan tekanan yang besar kepada sang pemain. Pemain dengan status juara Piala Dunia tentu saja selalu dituntut tampil baik bersama klubnya masing-masing. Apalagi jika pemain bersangkutan dibeli dengan harga mahal.

Akan tetapi, fakta yang terjadi tidak selalu demikian. Dalam beberapa kasus pemain juga pasti mengalami periode pasang surut dan sebagian besar tidak bisa tampil bagus secara konsisten.

Pemain yang mengalami kesulitan bersama klubnya mungkin memang harus pindag ke klub yang baru. Hampir semua klub pastinya mau menerima pemain yang sudah pernah menjadi juara Piala Dunia.

Bursa transfer musim panas ini bisa menjadi saat yang tepat bagi pemain untuk pindah ke klub baru. Ada beberapa juara Piala Dunia saat ini dan sebelumnya yang harus pergi dari klubnya di musim panas ini. Berikut ini tiga pemain yang pernah menjadi juara Piala Dunia tetapi karena berbagai alasan harus meninggalkan tim mereka saat ini

Jerome Boateng
Selama bertahun-tahun, Jerome Boateng merupakan salah satu bek terbaik di Eropa. Di Bayern Munchen, ia adalah salah satu pemain paling konsisten yang membantu timnya memenangkan banyak gelar. Boateng juga membantu tim nasional Jerman menjuarai Piala Dunia pada tahun 2014. Namun, musim lalu bukanlah musim yang bagus bagi Boateng karena kesulitan dengan performa dan tidak konsisten.

Samuel Umtiti
Samuel Umtiti merupakan pemain reguler bagi tim asuhan Didier Deschamps ketika Prancis mengangkat Piala Dunia untuk kedua kalinya. Umtiti diharapkan melakukan dengan baik setelah kembali ke Barcelona. Namun, situasinya tidak semulus yang direncanakan. Umtiti menderita cedera lutut pada bulan September dan sempat kambuh di tengah pemulihan. Begitu dia kembali, Clement Lenglet sudah mengambil tempatnya.

Mesut Oezil
Mesut Oezil terkadang bisa menjadi pemain paling kreatif di dunia, tapi itu dulu. Penggemar Arsenal saat ini sangat frustrasi melihat penampilan Ozil di atas lapangan. Bahkan, sang pemain sering disalahkan atas hasil buruk yang diraih The Gunners.